Puding, Skill Baru di Tengah Pandemi

Setiap kita pasti tahu apa itu puding. Bahkan puding sudah merupakan makanan favorit kebanyakan orang, atau mungkin termasuk salah satu makanan kesukaan kamu. 

Puding merupakan makanan manis bertekstur kenyal dan lembut. Bahan bakunya agar-agar dan bisa dipadukan dengan bahan lain, seperti; susu, yogurt, karamel, serta buah-buahan segar. Makanan ini sering disajikan sebagai dessert atau makanan penutup. 

Kalau menurut Wikipedia, puding adalah sebuah hidangan penutup yang umumnya dibuat dari bahan-bahan yang direbus, dikukus, atau dipanggang.

Hari ini, saya ingin berbagi cerita tentang puding buatan mama. 

Seperti ini kisahnya!

Hari ini, tepatnya 1 Juli 2021, di rumah mama sedang membuat puding. Awalnya, mama hanya ingin membuat puding sebagai kreasi di waktu luang. Kalau menurut mama sih, "prakarya" katanya. Puding yang di buat mama, rupanya berbeda dengan puding yang biasa saya lihat. Puding ini namanya puding telur, tetapi bahannya bukan dari telur asli melainkan agar-agar dan jeli, serta bahan lainnya. 

Puding telur, hasil karya mama

Ketika melihat puding yang telah matang, saya terkagum-kagum dengan bentuknya, apalagi warnanya. Dan juga rasanya. "Kelihatannya menarik, dan menyentuh hati. Ini di jual pasti laris". Kata saya pada mama. Namun, mama hanya tertawa kecil mendengarnya. 

Karena penasaran dengan rasa puding tersebut, saya pun mengambil sepotong dan memasukkannya ke dalam mulut. "Wahh, mantap rasanya", kata saya. Namun, lagi-lagi mama hanya tersenyum mendengar ucapan saya. 

Mama kemudian memposting beberapa foto di story whatsApp. Beberapa menit setelah itu, rupanya ada beberapa kenalan mama yang order. Awalnya, mama tidak berniat untuk jualan, tetapi karena ada yang beralasan untuk melancarkan pencernaan, mama pun mengikhlaskan puding buatannya untuk di jual. Akhirnya, puding yang di buat untuk mengisi waktu luang di tengah pandemi, membawa sumber penghasilan baru meskipun tidak seberapa.

Dua hari kemudian, mama kembali membuat puding dengan bentuk yang berbeda, yaitu puding ikan koi. Saya pun penasaran dengan proses pembuatan puding ini dari awal. Saya lalu menawarkan diri pada mama untuk membantunya. 

"Campurkan gula pasir 500 gram ke dalam air sebanyak 800 ml, kemudian tolong panaskan ya". Mama memberikan arahan. 

Saya dengan antusiasnya mengerjakan apa yang mama perintah. Bagi saya, ini adalah pengalaman dan skill baru yang harus saya pelajari. Meskipun terkadang, saya pun bingung harus memulainya dari tahapan yang mana.

Beberapa menit kemudian, puding yang kami olah telah matang. Kini waktunya untuk saya cicipi lagi rasanya. Jadi, disini istilahnya saya sebagai testernya teman-teman. Hehehe

Dari pengalaman ini, saya banyak belajar dari mama. Menurut mama, "suatu hasil karya yang kita perbuat sekecil apapun itu, jika di perbuat dengan tangan kita sendiri akan lebih baik, daripada menikmati hasil karya orang lain. Walaupun tidak sempurna, tetapi ada kepuasan tersendiri". 


Puding ikan koi.
Hasil karya saya dan mama.

Demikian cerita sederhana ini, mudah-mudahan memberikan sedikit manfaat untuk @sahabatphilip sekalian. SALAM.

* * *

03 Juli 2021

 

Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/Puding










Post a Comment

0 Comments

Search This Blog

Daftar Isi