Tinus, Sang Pratama Sejati dari Timur Amfoang

Di suatu daerah terpencil di ujung pantai utara tanah Timor, tepatnya perbatasan Oepoli, Indonesia dan Timor Leste, tinggallah seorang anak bersama keluarganya. Namanya Tinus, seorang anak pekerja keras dan suka bersahabat dengan orang lain. Tinus adalah anak seorang petani. 

Setelah tamat Sekolah Dasar (SD), Tinus memutuskan melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Pertamanya (SMP) pada salah satu sekolah swasta di tanah Oepoli. Nama sekolah itu adalah SMP Katolik San Daniel Oepoli. 

Tinus adalah seorang anak yang suka berorganisasi. Sewaktu SD, dia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler futsal. Salah satu kegiatan kesukaannya. Sedangkan, di gereja Tinus ikut terlibat dalam kegiatan SEKAMI (Serikat Kerasulan Anak Misioner) hingga SMP. 

Keaktifannya di gereja membuat Tinus seringkali mendapat kepercayaan membunyikan lonceng gereja setiap pukul 12.00 siang atau pukul 18.00 petang. 

Kepercayaan ini, tidak ia sia-siakan melainkan di jalankan dengan senang hati, karena menurutnya untuk mendapatkan kepercayaan seperti ini tidaklah mudah. Apalagi Tinus masih merupakan seorang anak remaja SMP. Ia menjadikan tanggung jawab ini sebagai suatu bentuk pelayanan kepada Sang Kuasa. 

Di Sekolah Menengah Pertama, Tinus jatuh cinta dengan kegiatan kepramukaan. Salah satu kegiatan ekstrakurikuler terfavorit di SMP Katolik San Daniel waktu itu. Ia kemudian memutuskan untuk ikut bergabung dalam kegiatan tersebut. 

Cita-cita Tinus dimasa remaja adalah ingin menjadi seorang TNI. Ia terinspirasi dari pembina pramukanya yang juga seorang TNI. Ketika di tanya seorang teman, alasan ia ingin menjadi seorang tentara adalah karena pakaiannya yang gagah. "Kalau pake pakaian loreng bro, saya nanti tambah ganteng", kata Tinus pada seorang sahabatnya. "Apalagi kalau pegang senjata, gantengnya tambah dua kali", lanjutnya sambil tersenyum. 

Melihat semangat dan kepribadiannya yang suka bersahabat, pembina pramuka memilihnya menjadi seorang Pratama (Ketua Pramuka Penggalang) menggantikan kakak seniornya. Tinus masih duduk di kelas VIII saat itu (atau kelas 2 SMP), namun ia memiliki kepercayaan diri yang tinggi sehingga membuatnya mampu menjadi pemimpin bagi kakak seniornya yang kelas IX. 

Setiap hari Rabu dan Jumat sore, di lapangan SMP Katolik San Daniel Oepoli, diadakan latihan kepramukaan oleh beberapa anggota TNI. Saat itu sekitar pertengahan bulan Juli. Tinus dan beberapa teman yang terpilih berlatih dengan giat, mempersiapkan diri untuk tampil pada acara HUT RI bulan Agustus di kecamatan Amfoang Timur. 

"Siap gerak, hormat gerak", terdengar suara Tinus yang mulai memimpin pasukannya. Bendera semaphore di silangkan di depan kedua pahanya. Kemudian, Ia berlari ke samping kanan barisan, lalu memberi aba-aba untuk mulai. 

Ilustrasi Tinus memimpin pasukannya
(sumber: http://gilang-ruby.blogspot.com/)

Hari itu, 17 Agustus 2015. Suasana di lapangan kecamatan Amfoang Timur siang itu menjadi hening. Hanya terdengar alunan musik dan bunyian tongkat. Rupanya, mereka sedang mempertunjukkan atraksi kepramukaan di depan bapak camat Amfoang Timur bersama staf dan seluruh masyarakat yang hadir. 

Beberapa menit kemudian, terdengar tepukan tangan yang meriah dari para penonton. Semua yang hadir hari itu mengapresiasi kerja keras Tinus dan teman-temannya. Mereka mendapatkan penghargaan, sebagai satu-satunya kegiatan kepramukaan tersukses sekecamatan Amfoang Timur saat itu. 

Kesuksesan itu, tidak diraih dengan mudah. Ada pengorbanan dan perjuangan panjang untuk mencapai titik itu. Mereka harus bertukar posisi sampai beberapa kali, hingga menemukan posisi yang tepat. Latihan tanpa kenal lelah. Bahkan mereka harus latihan di sela-sela waktu istirahat sekolah. 

Ilustrasi Tinus dan teman-teman sedang latihan
Lokasi: Lapangan SMP Katolik San Daniel Oepoli
(Kegiatan berlangsung sebelum pandemi covid-19)

Latihan permainan tongkat untuk Pramuka Putri
(foto diambil sebelum pandemi covid-19)

Latihan permainan tongkat untuk Pramuka Putra
(foto diambil sebelum pandemi covid-19)

Dua hari sebelum penampilan, terbersit ide dari seorang Tinus. Ia mendatangi pembinanya dan mengajukan ide untuk mencat tongkat-tongkat Pramuka yang akan di gunakan menjadi warna merah dan putih agar terlihat menarik. 

Atas bantuan seorang sahabat, Tinus mencat tongkat-tongkat itu, dan menggantikan tongkat yang bengkok dengan tongkat baru. 

Bagi sahabatnya, Tinus adalah sosok seorang Pratama Sejati. Ia bekerja tanpa bersungut-sungut. Bahkan di waktu sakitnya pun, ia masih ingin tampil di kecamatan Amfoang Timur, hanya untuk memperkenalkan kegiatan kepramukaan. 

Namun, sosok Tinus akhir-akhir ini mulai terlupakan, karena sosoknya telah terhapus oleh waktu. Ia telah berpulang menghadap sang Pencipta. Ia meninggalkan dunia ini saat masih kelas VIII dimana ia masih menjabat sebagai seorang Pratama. Tongkat, Baret, dan Kachu milikinya ikut terkubur dengan raganya. 

Bagi sahabatnya, raga Tinus boleh hilang dari dunia, tapi semangat dan jiwanya masih ada. Sosok Tinus inilah yang menginspirasi sahabatnya untuk melanjutkan kegiatan kepramukaan di Sekolah Menengah Atas. 

Ilustrasi sahabat Tinus mengikuti Kegiatan Kepramukaan tingkat SMA (Pramuka Penegak)
(foto di ambil sebelum pandemi covid-19)

Hal ini di lakukan sahabatnya, sebagai kenangan untuk mengingat momen-momen masa remaja, dan untuk membuktikan pada dirinya yang merupakan seorang anak yang lahir di daerah perbatasan, bahwa; "meskipun kita berasal dari kampung, kita bisa menjadi apapun seperti yang kita mau, asalkan kita mau berjuang dan ikut berproses di dalamnya". 

Dan mimpi akhirnya menjadi nyata. Sahabatnya tidak hanya menjadi anggota Pramuka SMA saja, tetapi ia juga terpilih menjadi seorang Pradana (Ketua Pramuka Penegak), pada salah satu SMA di kota Kupang. 

Sekian kisah ini, semoga memberikan sedikit inspirasi bagi para @sahabatphilip sekalian. SALAM.

Catatan dari penulis: Dengan tulus, saya dedikasikan tulisan ini untuk seorang sahabat Pramuka yang telah tiada dan untuk hari ulang tahun Pramuka yang ke-60. Selamat hari Pramuka untuk seluruh pandu Indonesia. SALAM PRAMUKA.


* * *

14 Agustus 2021





Post a Comment

0 Comments

Search This Blog

Daftar Isi