Lima Cara Menjaga Alam Amfoang dari Kerusakan yang Perlu Kita Coba.

Teman-teman pastinya pernah mendengar berita tentang keadaan bumi kita saat ini, bukan? Bagaimana tanggapan teman-teman menghadapi kenyataan yang terjadi?

Perubahan iklim dan pemanasan global telah menyebabkan mencairnya es di kutub utara dan selatan. Sampah yang berserakan di lautan pun membuat beberapa spesies terancam punah.

Kita tahu bahwa hutan, laut, dan tanah mampu menyerap emisi karbon secara alamiah. Menurut salah satu artikel di forestdigest.com, presentase penyerapan laut terhadap emisi karbon global adalah sekitar 24%.

Akan tetapi, akibat dari kerusakan ekosistem laut yang membunuh beberapa spesiesnya, menyebabkan laut harus kehilangan daya serapnya terhadap emisi karbon dan gas rumah kaca. Karena itu, jangan heran jika suhu permukaan laut di pesisir pantai pelan-pelan naik.

Sementara itu, hutan di Indonesia luas dan indah. Ada banyak jenis tumbuh-tumbuhan dan hewan hidup di hutan ini. Tentunya, hutan berperan penting dalam keberlangsungan hidup tumbuh-tumbuhan dan hewan yang ada di dalamnya. Salah satu hutan itu ada di daerah Amfoang.

Lalu, bagaimana caranya menjaga alam Amfoang dari kerusakan?

Berikut ini ada 5 hal penting yang bisa kita lakukan.

 

Pertama: Kurangi menebang pohon secara liar

Pohon dikenal karena sifatnya yang menenangkan serta menyembuhkan. Sewaktu kita berjalan di hutan, di bawah pepohonan yang rimbun, pikiran kita menjadi tenang, kekhawatiran kita menjadi reda, dan mata kita yang tadinya lelah menjadi pulih dari ketegangan.

Maka itu, kurangi menebang pohon secara liar. Karena penebangan pohon menyebabkan miliaran ton karbon dioksida hasil dari gas rumah kaca dilepaskan secara bebas ke udara.

Dari pada menebang pohon secara liar, sebaiknya dilakukan tebang pilih, yaitu menebang pohon yang sudah cukup tua saja, dan membiarkan pohon yang masih muda tumbuh. 

 

Kedua: Perbanyak menanam anakan pohon

Menanam pohon adalah investasi jangka panjang. Sekaligus mencegah kerusakan alam dimasa depan. Dengan menanam pohon, teman-teman telah membantu memerangi pemanasan global, karena kita tahu bahwa pohon dapat menyerap karbon dioksida.

Selain itu, akar pohon juga dapat mencegah tanah longsor atau longsoran batu yang bisa saja membahayakan kita, serta dapat merusak bangunan di sekitarnya. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk menanam pohon dan merawatnya, demi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.

 

Ketiga: Cobalah untuk Menanam dari Rumah

Selain menanam pohon, teman-teman bisa memanfaatkan kebun (“kintal” dalam sebutan lokal) yang kosong untuk menanam sayuran, buah-buahan dan umbi-umbian.  

Dengan menanam dari rumah, kita setidaknya ikut berkontribusi dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan pemanasan global.

Kita tentu tahu bahwa tumbuhan hijau dapat menghasilkan oksigen, serta dapat menyerap karbon dioksida selama berfotosintesis. Sehingga akan dapat mengurangi emisi karbon di sekitar kita.

 

Keempat: Biasakan untuk tidak membuang sampah sembarangan di hutan

Masalah sampah masih menjadi pekerjaan rumah di Indonesia. Masih banyak masyarakat belum memiliki kesadaran membuang sampah pada tempatnya. Jumlah sampah yang semakin meningkat ini pun bukan lagi hal baru, karena kita tinggal dalam kelompok masyarakat yang mana daya konsumsi terhadap suatu produk cukup besar. 

Bukan hanya di kota besar atau daerah pemukiman saja yang ada tumpukan sampah, tetapi di hutan juga masih sering ditemukan sampah sejenis berupa bungkusan permen, botol air mineral, bekas tisu, bahkan puntung rokok.

Jadi, bila teman-teman punya kesempatan menghabiskan waktu di hutan Amfoang, biasakan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Apabila belum tersedia tempat sampah di sana, teman-teman bisa menyimpannya dulu dalam kresek, sampai menemukan tempat pembuangan sampah yang seharusnya. 

 

Kelima: Biasakan untuk menghemat energi

Hal terakhir yang bisa kita lakukan untuk menjaga alam Amfoang dari kerusakan adalah menghemat energi. Dalam aktivitas kita sehari-hari biasakan untuk mematikan lampu pada siang hari, atau pada saat tidak digunakan.

Selain itu, kita juga bisa menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Sebagai penggantinya, kita bisa menggunakan sepeda atau cukup berjalan kaki saja, jika ingin bepergian ke tempat yang relatif dekat. Dengan demikian, kita telah mengurangi emisi dari kendaraan yang akan mencemari udara.

Demikian artikel saya tentang Lima Cara Menjaga Alam Amfoang dari Kerusakan yang Perlu Kita Coba”. Mudah-mudahan dapat memberikan sedikit manfaat untuk kita semua.

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Tetaplah sehat dan selalu bersyukur, tetaplah berdoa dan selalu tersenyum. Semoga kita bertemu lagi di artikel saya berikutnya. Salam... 



 


Post a Comment

0 Comments

Search This Blog

Daftar Isi